Bisnis

Apa itu Deposito Dan Bagaimana Strategi Agar Menghasilkan Keuntungan

Hingga saat ini, masih banyak orang-orang diluar sana yang bertanya apa itu deposito? Dan apakah kegunaannya?. Pada dasarnya, deposito ini tidaklah sama dengan cara menabung yang ditawarkan oleh pihak Bank, baik secara sistem ataupun secara keuntungan yang bisa didapatkan oleh para nasabah. 

Jadi, deposito sebenarnya lebih kepada investasi dengan sistem imbal hasil yang lebih tinggi. Maka tak heran, jika orang yang sudah paham akan keuntungan imbal hasil ini lebih memilih deposito sebagai jalan untuk berinvestasi bagi masa depan. 

Sayangnya, meskipun banyak orang yang sudah paham pentingnya deposito tetapi masih saja banyak orang yang salah dalam menerapkan strategi yang tepat agar menghasilkan keuntungan berlebih. Lantas bagaimana seharusnya strategi yang tepat ketika investasi deposito? Untuk itu, mari kita simak penjelasan selengkapnya dari Bank Sinarmas berikut ini. Antara lain: 

apa itu deposito
apa itu deposito

Strategi pertama: Pilih bank yang memiliki reputasi baik

Jika kita perhatikan, hampir rata-rata bank konvensional akan menawarkan bunga deposito secara kompetitif. Akan tetapi, Anda pun sebagai nasabah diminta untuk tidak cepat tergoda dan tergesa gesa untuk segera membuka tabungan deposito di bank tersebut. Setidaknya, Anda harus pastikan reputasi dari bank tersebut berdasarkan standar dari Bank Indonesia (BI). Salah satunya seperti bank Sinarmas yang memiliki layanan deposito salah satu yang terbaik di Indonesia dengan berbagai keuntungan serta layanan yang diberikan kepada nasabah. 

2. Strategi kedua: Memperhatikan suku bunga yang ditawarkan 

Seperti yang telah dijelaskan diatas sebelumnya bahwa ada banyak bank yang memberikan penawaran bunga deposito yang cenderung tinggi. Namun, sekali lagi Anda jangan cepat tergiur dengan berbagai penawaran yang ada. Karena sejatinya, Anda harus memperhatikan terlebih dahulu suku bunga maksimal yang ditawarkan serta apakah simpanan tersebut dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau tidak. 

Sebagai contoh, jika Anda menemukan penawaran dari bank A dan mencari tahu bahwa ternyata bunga yang ditawarkan melebihi suku bunga maksimal dari yang ditetapkan oleh LPS, maka sudah dapat dipastikan bahwa bank tersebut tidak bisa dipercaya. Karena jika melebihi suku bunga maksimal, tidak ada jaminan dari instansi manapun terkait dengan dana simpanan Anda nantinya. 

Sebagai informasi saat ini suku bunga maksimal yang telah dijamin oleh LPS berkisar antara 6,5 persen. Dan angka ini pun bisa menjadi acuan Anda dalam menentukan bank yang tepat untuk layanan deposito. 

Strategi Ketiga: Siapkan periode waktu 

Kemudian, hal selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah menyiapkan jangka waktu untuk investasi deposito Anda. Sejauh ini, sudah ada pilihan jangka waktu yang umum ditawarkan oleh pihak bank. Mulai dari 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan semacamnya. Jadi, disini dituntut kebijaksanaan Anda untuk menentukan seberapa lama Anda sanggup berinvestasi pada dana tersebut, dan kapan kira-kira dana tersebut akan digunakan. 

Strategi keempat: Hitung setiap biaya tambahan 

Jika Anda sudah mengetahui apa itu deposito, pastinya Anda paham bahwa berbeda dengan tabungan biasa. Jika pada tabungan biasa Anda akan dikenakan potongan administrasi bulanan, maka pada deposito tidak ada. Akan tetapi terdapat biaya pajak yang bisa dihitung dari bunga pendapatan Anda. 

Kemudian, juga ada biaya lain seperti biaya penalti yang akan dikenakan jika Anda menarik dana simpanan Anda sebelum masa jatuh tempo. Jadi, agar Anda tidak merasa rugi, maka pastikan semua biaya ini telah Anda perhitungkan. 

Strategi kelima: Mahir dalam menentukan alokasi dana

Jika Anda berniat untuk melakukan investasi deposito dalam jumlah besar bahkan hingga ratusan juta rupiah, maka ada sebuah strategi yang dinamakan laddering dan layak untuk dicoba. Secara umun, laddering ini berarti membagi dana simpanan deposito Anda menjadi beberapa periode agar mendapatkan akses likuiditas dari sebagain dana yang ada. 

Sebagai contoh, jika Anda memiliki dana sejumlah Rp 100 juta, maka Anda bisa membagi Rp 50 juta untuk deposito berjangka satu tahun. dan Rp 50 juta nya lagi untuk deposito berjangka 2 tahun. Jika sudah melewati satu tahun, maka dana yang telah dicairkan tersebut bisa diinvestaikan kembali dalam jangka waktu 3 tahun, dan begitu seterusnya. 

Jadi, demikianlah informasi singkat mengenai apa itu deposito dan bagaimana strategi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Yang jelas, jika Anda tertarik dengan deposito di masa sekarang ini, maka tak ada salahnya untuk bergabung bersama Bank Sinarmas dengan mengunjungi website www.banksinarmas.com atau dengan mengunjungi link berikut ini https://www.banksinarmas.com/id/personal/produk/simpanan/deposito#tarifbiaya

Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat! 

Show More

Related Articles

Close